Krisis Tigray di Ethiopia: Apa yang terjadi?

Konflik antara pemerintah Ethiopia dan pasukan bersenjata Tigray yang terletak di sebelah utara negara tersebut semakin memanas.

Pertempuran telah terjadi selama hampir dua pekan, menyebabkan destabilisasi di negara Afrika Timur yang padat penduduk itu. Ratusan orang dilaporkan meninggal dunia.

Perebutan kekuasaan, pemilihan umum, dan tuntutan reformasi politik adalah sejumlah faktor yang menyebabkan krisis tersebut.

Ethiopia, negara merdeka tertua di Afrika, telah mengalami banyak perubahan sejak Abiy berkuasa.

Abiy, yang berasal dari Suku Oromo, kelompok etnis terbesar di Ethiopia, mengemukakan reformasi politik, persatuan, dan rekonsiliasi dalam pidato pertamanya sebagai perdana menteri. Bandar Slot Online

Agenda Abiy ini dipicu oleh tuntutan para demonstran yang merasa kelompok elite Ethiopia menghalangi transisi negara tersebut menjadi negara demokrasi.

Para politisi dari Tigray yang memimpin koalisi pemerintahan selama 27 tahun dipandang sebagai bagian dari masalah.

Pada 1970-an dan 1980-an, Partai TPLF berada di garis depan dalam perang untuk merebut pemerintahan dari junta militer yang dikenal dengan nama Derg. Partai ini sukses, lalu menjadi pemimpin dalam pemerintahan koalisi yang mengambil alih kekuasaan pada 1991.

Koalisi ini memberikan otonomi pada daerah-daerah Ethiopia, namun mengawasi dengan ketat pemerintah pusat. Beberapa kritik menyebut mereka menekan para politisi dari pihak oposisi.

Kini, partai tersebut berbalik menjadi oposisi.

Pada 2019, TPLF menolak terlibat dalam pemerintahan baru dan bergabung dengan Partai Kemakmuran pimpinan Abiy.

Penghinaan ini berlanjut dengan eskalasi.

Keputusan Tigray untuk mengadakan pemilihan umum sendiri pada September, misalnya, adalah tindakan pembangkangan terhadap pemerintah pusat yang sebelumnya tidak pernah terjadi.

Sejak itu, kedua pemerintahan saling menuduh “tidak sah” satu sama lain.

Tigray mengatakan pemerintah pusat belum pernah teruji dalam pemilu nasional sejak penunjukan Abiy sebagai perdana menteri.

Tigray juga mencemooh Abiy atas persahabatan “tak bermoral”-nya dengan Presiden Eritrea Isaias Afwerki.

Sebelumnya, Tigray dan pemerintah Eritrea telah sejak lama bermusuhan. Keduanya berbagi perbatasan. situs judi slot online terpercaya

Perselisihan atas wilayah perbatasan ini adalah penyebab perang antara Ethiopia dan Eritrea dari 1998 sampai 2000.

Anda mungkin mengingat perang ini menjadi berita besar pada 2018.

Di tahun yang sama, Abiy menandatangani kesepakatan damai dengan pemerintahan Eritrea, yang mengakhiri percekcokan teritorial tersebut.

Setahun kemudian, Abiy memenangi penghargaan Nobel Perdamaian. Tapi sekarang, yang membuat Ethiopia kembali diperhatikan dunia bukanlah perdamaian, melainkan perang.

Ribuan masyarakat sipil mengungsi sejak 4 November, ketika Abiy memerintahkan pasukan militer menyerang Tigray. Ratusan lainnya dilaporkan tewas, dan informasi adanya pembunuhan terhadap warga sipil mengemuka.

Dengan komunikasi yang sebagian besar terputus di Tigray, jumlah pasti korban masih tidak jelas.

Pemerintah Ethiopia mengumumkan keadaan darurat nasional selama enam bulan di Tigray. Namun perang sipil yang meledak di sana bisa berlangsung lebih lama lagi.

“Dengan kekuatan pasukan keamanan Tigray, konflik ini bisa berlarut-larut,” ujar International Crisis Group, sebuah organisasi nirlaba. “Tigray memiliki kekuatan paramiliter besar dan milisi lokal yang sangat terlatih. Jika kekuatan ini digabung, kemungkinan jumlah pasukan mencapai 250.000 tentara.”

Sebagai negara terpadat kedua di Afrika, Ethiopia sangat penting bagi stabilitas Tanduk Afrika.

Jika konflik terus memanas, ada kekhawatiran negara-negara di sekitarnya akan terkena dampak. Saat ini saja, sudah ada laporan tentang misil yang ditembakkan ke Eritrea dan 27.000 pengungsi melarikan diri ke Sudan.

Ada pula ketakutan bahwa konflik ini akan memperuncing tensi antaretnis di bagian lain Ethiopia.

sumber : bbc.com

Author: mangade